Sholat di Gereja

December 30th, 2009

Pengabdian  Suria Harijati selama lebih dari 8 tahun di Gereja harus berakhir. Wanita yang sudah dipercaya sebagai koordinator rumah tangga gereja selama bertahun-tahun itu akan berkomitmen total menjadi seorang muslim,ia bahkan berniat akan langsung mengenakan jilbab.

Keputusan besar yang diambil itu tidak gampang . Pergolakan batin tentu saja ada. Meninggalkan agam yang sudah sangat diyakininya selama ini,dan ditekuni. Harijati sebenarnya terlahir dari keluarga muslim,namun bukan muslim yang taat.”Orang biasa bilang Islam KTP atau abangan,” katanya memeperjelas.

Saat itu rmah tempat ia, suami dan keempat anaknya tinggal persis berhadap-hadapan denagn gereja.Tentu saja, Harijati dan keluarganya tidak asing dengan suasana peribadatan, atau beberapa aktivitas jemaatnya. Melihatnya, ia tertarik.”Orang-orang gereja berdandan sangat rapi,bersepatu,pakaian formal,bahkan mereka tidak segan menggunakan jas,wangi lagi. Sangat berbeda dengan orang-orang di agama saya (Islam,red) yang ketika menghadap Tuhan menggunakan sarung kumal,” ujarnya.

Ketertarikan ini semakin diperkuat dengan rutinnya beberapa jemaat gereja mengunjungi rumahnya,hanya sekedar untuk menenyakan kabar.”Orang-orangnya sangat baik, karenanya saya dan keluarga memutuskan untuk keluar dari Islam,” cerita wanita kelahiran tahun 1940 itu.

Setelah meninggalkan Agama Islam, Harijati mulai mendalami agama yang baru diyakininya itu. Saat itu ia bahkan sangat keras saat anaknya tidak mau pergi ke gereja.”Tidak jarang saya mencubit anak saya yang sudah besar agar turut rajin ke gereja.Anak saya sangat takut untuk tidak pergi ke gereja,”tambahnya. Tekadnya mendalami agama yang baru dianutnya itu, juga dibuktikan dengan pengabdiannya untuk bekerja di gereja.”Saya mengabdi di gereja,hingga akhirnya saya ditunjuk sebagai koordinator untuk mengurus semua kerumahtanggan gereja.”

Menekuni Agama baru

Tahun demi tahun dilaluinya digereja. Ajaran-ajaran dan ayat-ayat dalam kitab suci semakn didalami,semakin banyak yang dihapal. Namun, semakin didalami,semakin gelisah hatinya. Ia merasa ada hal yang janggal di beberapa kisah dalam kitab suci dirasa tidak tuntas.”saya sudah mencoba membolak balikkan Al kitab, namun tidak juga ketemu akhir ceritanya,” katanya.

Begitu penasarannya Harijati, hingga mendorong dirinya untuk membandingkan kitab sucinya dengan Al Quran . Dengan membaca artinya, ia mencermati tiap lembar Al Quran dan kitab sucinya itu. Ia terkejut, Al Quran membahas dengan tuntas dan jelas, kisah-kisah yang dalam kitabnya yangselama ini jadi pikirannya. Hal itulah yang membuat Harijati semakin betah mempelajari Al Quran. Ketertarian wanita kelahiran kediri itu semakin menjadi saat Harijati bertemu dengan surat Al Ikhlas.”Saya terkesan sekali dengan penjelasan Allah tentang keesaanya. Di agama saya yang terdahulu, konsep trinitas ketuhanan masih belum masuk logika. Al Ikhlas jadi surat favorit saya hingga kini,” tegas wanita dengan empat anak ini. Ketertarikannya dengan Al Quran yang semakin lama semakin menguat membuat Harijati mulai berpikberpikir ulang untuk melanjutkan kehidupan keagamaanya yang telah ditekuni puluhan tahun terakhir. Terlebih saat ia berdoa, selalu saja Harijati sulit membayangkan wajah tuhannya. Bahkan, seolah ia melihat garis menyilang.”Saat itu, saya malah berdoa,’ ya tuhan ,aku sudah semakin tua, tolong tunjukkan agama mana yang benar .’ Itu karena saya benar- benar bingung,”katanya.

Ia berkonsultasi pada beberapa anaknya, dan bersepakat untuk meninggalkan agamanya saat itu dan mulai belajar agama Islam. Harijatipun belajar menunaikan sholat dan berkerudung, sambil terus ia belajar memahami ayat demi ayat yang ada di dalam Al Quran.”Ayat-ayat yang menarik perhatian, saya beri stabilo merah ,agar menjadi perhatian saya.”

Sholat Sembunyi-sembunyi

Belajar dan berkomitmen terhadap Islam bukan tanpa masalah. Ia merasa komitmennya sedang duji. Ia harus mencari cara bagaimana caranya menunaikan sholat saat bekerja di gereja. Harijati pun tak kehilangan akal dalam sebuah ruangan yang terkunci, ia mulai mengenakan mukenah dan menggelar sajadah , dan bersujud menghadap Illahi.”Alhamdulillah, posisi saya sebagai koordinator rumah tangga bermanfaat, karena semua kunci saya bawa. Artinya saya berhak membuka dan mengunci ruangan sesuka saya,” kenangnya sambil tersenyum.

Genap setahun, Harijati harus bersembunyi untuk menunaikan sholat di Gereja. Lalu ia memutuskan berhenti  untuk bekerja di gereja, dengan alasan sudah tua.”Padahal saat itu saya mau masuk Islam, berjilbab dan menunaikan haji,”katanya sambil tertawa. (Wira)

9 TAHUN MASJID AL AKBAR

December 29th, 2009

Momentum Tingkatkan Komitmen Dan Pengabdian

Mengomentari Milad ke 9 MAS dan segenap perkembangan yang terjadi, direktur utama MAS, drs. H. Endro Siswantoro, MSi menyatakan bahwa sikap ideal bagi seorang muslim adalah bersyukur. “Sudah selayaknya dan seharusnya kita bersyukur. Dengan mensyukuri nikmat insyaAllah semakin berlipat rizki kita. Kalau tidak syukur, ingat! Adzab Allah juga pedih,” paparnya.

Tantangan berikutnya, setelah mensyukuri, adalah menjawab tuntutan perkembangan zaman. Pola dan metode dakwah akan mengalami beberapa pergeseran secara teknis, namun bukan substantif . Contoh sederhananya, jamaah jumat kini lebih bisa mengikuti khutbah jumat jika menggunakan layar lebar / giant screen.

“Subhanallah, seiring bertambahnya usia semakin berat pula amanah, baik internal maupun eksternal. Misalnya, menjaga kekompakan dan keikhlasan karyawan yang jumlahnya mencapai 100 orang cukup berat untuk dilakukan. Ditambah maintenance fasilitas dan layanan berupa Radio SAS F M, perpustakaan, diklat, perguruan tinggiMahad Aly, LazMas, pengajian, PHBI, Forkomas, Muslimat. Belum lagi dengan pengembangan yang telah dilakukan, maka wilayah/area amanah menjadi semakin besar pula” papar dirut.

Read the rest of this entry »

Dzikir Penyejuk Hati

November 17th, 2008

dsc_0143Bekerjasama dengan stasiun televisi JTV, MAS menyelenggarakan dzikir penyejuk hati. Meski diguyur hujan, dzikir yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi JTV dan TV Riau itu dihadiri tidak kurang dari 25.000 jamaah yang memadati ruang-ruang utama MAS. 

Dzikir yang dipandu oleh Ustadz Haryono tersebut diselenggarakan pada tanggal 16 Novemer 2008 dalam rangka Merayakan Sewindu MAS dan ultah JTV ke 7.

 

Semata-mata Karena Hidayah Allah…

November 17th, 2008

Martini
Martini

Yang namanya hidayah tak ada yang tahu pasti, dan tak ada yang bisa menolak kedatangannya. Jangan dikira hidayah Allah itu akan selalu datang dengan sendirinya. Dalam banyak hal, hidayah tersebut haruslah dicari, dicari dan sekali lagi dicari.

Dan bila suatu ketika hidayah Allah itu datang menghampiri kita, bersyukurlah, sebab siapapun makhluk di dunia ini tak bisa menolak kedatangan dan berkah yang menyertainya.

Read the rest of this entry »

Puasa Ramadhan

September 4th, 2008

Amaliyah terpenting pada bulan Ramadhan tentu saja adalah shiyam (puasa), sebagaimana termaktub dalam firman Allah pada QS. 2:183-187. Diantara amaliyah shiyam Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah adalah :
Read the rest of this entry »

Program Lansia MAS

August 11th, 2008

Tetap Produktif di Usia Senja

berita_kajian-lansia-mas_webTak ada yang bisa menghalangi proses menuju tua. Ia alami, sunnatullah. Yang membedakan derajat manusia adalah di usia tua itu apakah kita termasuk su’ul atau khusnul khotimah. Dan MAS tak ingin takdir manusia menjadi tua itu sebagai proses yang sia-sia. MAS tak ingin hidup para lansia lewat begitu saja, tanpa arti, tanpa nyali.

Bekerjasama dengan Karang Werdha, MAS berupaya untuk mempersiapkan manusia menjadi tua manjadi penuh arti. Sebab disadari, proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Dalam istilah Geriatri dan Psikogeriatri sebagai bagian dari Gerontologi (ilmu mempelajari aspek dan masalah lansia), perhatian utama ditekankan pada masalah kesehatan jiwa.

Read the rest of this entry »

SAS FM Mengudara Agustus

August 11th, 2008

Sungguh beragam sarana dakwah di sekitar kita. Bisa lewat media cetak, bisa lewat elektronik. Meski untuk sementara sudah mulai ditinggalkan masyarakat yang kini cenderung gandrung televisi, radio tetap dianggap sebagai media komunikasi yang cukup efektif, terutama bagi kalangan yang berupaya menghindar dari dampak negatif televisi. Dalam hal tertentu, radio tetap efektif sebagai sarana penyampai pesan dakwah. Read the rest of this entry »

Penataan PKL MAS

August 11th, 2008

Percontohan PKL Masjid Lain

  

Bila sekarang kita melalui atau mengitari Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), dan mendapati penataan pedagang kaki lima (PKL) demikian tertata rapi, pasti ini adalah sebagian hasil dari sebuah proses yang panjang dan berliku. Read the rest of this entry »

ISTIGHOSAH KUBRO

August 11th, 2008

Doa keselamatan Pilgub Jatim

Menyongsong pilkada Jatim, KPU dan PW NU menggandeng masjid Nasional Al Akbar untuk menyelenggarakan Istighosah Kubro. Acara yang dihelat 3 hari menjelang Coblosan Pilgub Jatim (20 Juli) itu menghadirkan kiai-kiai sepuh se-Jatim. Harapan semua pihak adalah Pilgub Jatim berjalan dengan damai dan tenang. (*)

PELATIHAN AMIL ZAKAT

August 11th, 2008

Bekal Menjadi LAZ Profesional

MAS mengadakan Pelatihan Amil Zakat untuk membekali 60 orang dalam. Bekerjasama dengan YDSF, peserta mendapatkan materi-materi bagaimana membangun manajemen ZIS yang produktif dan efektif. Wawasan atau keilmuan tentang Amil Zakat disampaikan oleh manajemn MAS, sedang untuk praktiknya disampaikan oleh salah satu LAZ terbesar di Indonesia, YDSF.

Selain itu juga dalam rangka intensifikasi LAZ  dan persiapan pembentukan LAZ MAS. LAZ MAS senriri dibentuk untuk mengoptimalisasikan peghimpunan serta pemberdayaan dan Zakat, Infaq dan Shodaqoh masyarakat. (*)